Kita harus sehat biar hidup kita bermutu.
Emang sich, sehat memang bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa.
Orang sakit kan ga bisa belajar, ga bisa cari uang, atau nyantai bersama teman-teman. Belum lagi kalo sakitnya berdampak jangka panjang, berat dech, masa depan bisa terbawa-bawa jadi
suram.
Yang disebut sehat tuh ya, pertama: sehat fisik seperti gak ada penyakit atau cacat, kedua: sehat jiwa (psikis) misalnya gak ada gangguan jiwa, dan yang ketiga: sehat sosial, misalnya gak ada masalah dalam pergaulan kita.
Untuk urusan yang pertama yaitu sehat fisik, kita-kita ini emang jarang sakit, dibandingkan dengan anak kecil yang sering sakit diare, campak, cacar air dan lain-lain, juga dibanding dengan orang dewasa yang suka sakit kencing manis (diabetes), darah tinggi, jantung, stroke, jarang kedengaran kita-kita kena sakit macem gitu.
Cuma jarang orang tahu, kita remaja nih banyak bermasalah untuk urusan kesehatan psikis dan sosial (psikososial) seperti
masalah perilaku. Kita tahu kan, kita sering dengar perilaku nge-
drug, perilaku seks bebas atau yang umum dech..tawuran remaja…
Nah…kok tawuran dihubungkan ama sehat?….. La iya
lah….tawuran itu kan terjadi karena mental yang tidak sehat sehingga ingin melakukan hal-hal yang merugikan, itu berarti kita gagal dalam membina hubungan yang baik dengan kelompok lain. Selain itu bisa terjadi luka pada bagian tubuh kita. Tawuran juga menyebabkan masalah sosial pada orang lain di sekitarnya dan pada keluarga pelaku juga mungkin terbawa-bawa. Lagian teman kita kan saudara kita juga
Apa yang mesti kita tau buat jaga kesehatan kita?
Untuk jaga kesehatan, kita perlu lho dapat info yang benar tentang kesehatan. Bisa sih kita dapat di sekolah, juga bisa tanya sama ortu atau paling siip sich
tanya pada ahlinya seperti dokter dan petugas kesehatan. Untuk tanya-tanya
soal kesehatan yang agak pribadi, biasanya kan kita suka curhat sama temen. Tapi lebih asik lagi kalo curhatnya sama kader kesehatan remaja (konselor
sebaya). Mereka tuh selain tempat curhat, ngasih info juga mampu membantu
teman ngasih alternatif jalan keluar.
Kamu tahu gak kalo remaja, umur 10-19 tahun itu jumlahnya kan 1/5 dari jumlah penduduk kita. Besar sekali kan ? Saking banyaknya, kayaknya perlu deh dokter, petugas kesehatan atau guru dibantu sama sebagian kita kita nih buat menyebar-luaskan informasi kesehatan remaja kepada teman-teman lain.
Ada beberapa masalah perilaku yang berkaitan dengan kesehatan atau penyakit yang mesti kita ketahui karena dapat berakibat fatal bagi kehidupan selanjutnya atau mendatangkan kerugian baik fisik, jiwa, sosial seperti penyalahgunaan NAPZA, IMS/ISR, HIV dan AIDS.
Makanya kita perlu baca buku informatif kaya gini. Jadi kalo kamu udah pada baca, boleh tuh dipinjemin ama temen lain berantai, jadinya kan banyak nanti
yang jadi tau.
Nah, kalo mau tau lebih banyak tentang kesehatan, baca ini buku……… Gak rugi……..dech.
T U M B U H K E M B A N G R E M A J A
Setiap orang pasti akan jadi remaja.
Gak bisa dipungkiri, bahwa masa remaja adalah masa perubahan /
transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Di satu sisi kita gak pengen dianggap anak kecil, tapi disisi lain kita kan belum jadi dewasa.
Nah, yang namanya masa perubahan, banyak hal dech yang berubah. Masa perubahan ini khususnya menyangkut pertumbuhan fisik termasuk kematangan seksual disebut sebagai masa puber.
Kadang perubahan ini begitu cepat terjadi, inget gak waktu ibu terheran-heran karena kita minta dibeliin baju baru karena
menurut kita baju kita itu sudah kesempitan padahal baru dibeli beberapa bulan lalu ?
Memang pada masa remaja terutama pada umur 12-14 tahun pertumbuhan badan sangat cepat.
APA SICH YANG BERUBAH DARI CEWEK DAN COWOK MULAI REMAJA (MASA PUBER) ?
Tanda cewek mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, pinggul membesar
Payudara mulai membesar
Tumbuh rambut pada ketiak dan kelamin
Mulai berjerawat
Menstruasi
Tanda cowok mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, otot dada bahu dan dada melebar
Tumbuh jakun dan suara berubah jadi parau (serak)
Tumbuh kumis, jambang, jenggot dan rambut ketiak dan kelamin, bisa juga tumbuh rambut di dada
Mulai berjerawat
Mimpi basah
Cewek dan cowok kalau mulai remaja sama-sama mulai banyak keringat dan mulai agak bau lho ! Makanya harus jaga kebersihan diri….
PERKEMBANGAN JIWA REMAJA
Remaja gak cuma berubah fisik (badan) saja, tapi keadaan jiwanya juga berubah. Perubahan ini sangat mempengaruhi perilaku remaja.
Coba dech kita perhatikan, di satu sisi kita bersemangat, lebih kreatif, senang berpetualang, jatuh cinta. Namun kadang-kadang mudah marah (emosional), bosan, apatis (cuek), kadang bete. Hal ini wajar dialami remaja pada masa-masa pertumbuhan karena itu merupakan suatu proses perkembangan jiwa menuju kedewasaan. Jiwa itu meliputi emosi, kecerdasan dan interaksi dengan orang lain.
Apakah emosi sama dengan marah?
Gak doong..Sebenarnya marah merupakan salah satu bentuk emosi. Emosi adalah reaksi sesaat yang biasanya muncul dalam
bentuk perilaku. Bentuk- bentuk lain emosi : gembira, khawatir, takut, cemburu, ingin tahu, cemas, sebal.
Nah perkembangan emosi gak selalu sejalan dengan perkembangan fisik. Maksudnya gini lho, remaja yang badannya besar belum tentu dapat mengendalikan emosinya.
GIMANA SICH PERKEMBANGAN JIWA REMAJA ITU? Perkembangan jiwa remaja itu ada tahapannya, yaitu : remaja awal ( umur 10-14 tahun), remaja tengah (15-16 tahun), remaja akhir (17 -19 tahun)
Pada umur 10-14 tahun;
Mulai memperhatikan penampilan fisik dengan cara berpakaian, gaya rambut sesuai dengan mode terbaru.
Mulai ingin bebas, bereksperimen (suka tampil beda, gaya bicara menggunakan bahasa gaul)
Mulai suka memberontak dan melawan, sehingga sering konflik dengan orang lain.
Mulai sensi (peka), mudah marah, mudah tersinggung. Membentuk gank (kelompok teman sebaya), lebih
mementingkan teman (bersama teman lebih asyik)
Sulit berkompromi dengan orang lain (gak mau menerima pendapat orang lain)
Pada umur 15-16 tahun;
Mulai bisa berkompromi sehingga menjadi tenang, sabar, toleran dan menerima pendapat orang lain
Ingin mandiri (misalnya membuat keputusan sendiri, menolak campur tangan orang lain)
Merasa perlu mengumpulkan pengalaman baru walaupun berisiko
misalnya; merokok, alkohol, seks bebas dan mungkin mengkonsumsi narkoba ( yang kayak begini gak usah dicoba deh !!!)
Gak lagi terfokus pada diri sendiri, lebih bersosialisasi dan gak pemalu lagi.
Mulai tertarik dan menjalin hubungan dengan lawan jenis
Mulai dapat diajak diskusi atau berdebat Keterampilan intelektual mulai menonjol Aktif di ekskul dan berorganisasi
Senang melakukan kegiatan berisiko, misal : kebut-kebutan.
Pada umur 17-19 tahun;
Senang membicarakan masalah sosial politik termasuk agama. Mulai belajar mengatasi stress yang dihadapi.
Sulit diajak berkumpul dengan keluarga.
Ingin belajar mandiri secara finansial (membiayai keperluan dari uang sendiri).
Hubungan dengan pacar (lawan jenis) lebih serius dan banyak menyita waktu.
Merasa sebagai orang dewasa, cenderung mengemukakan pengalaman yang berbeda dengan orang tuanya.
Hampir siap menjadi orang dewasa yang mandiri, mulai ingin meninggalkan rumah untuk hidup sendiri.
Perkembangan jiwa remaja didasari oleh kondisi kesehatan jiwanya.
APA CIRI-CIRI REMAJA YANG SEHAT JIWANYA ?
Bisa menerima diri apa adanya.
Bisa menerima orang lain apa adanya.
Mampu mengatasi stres dan menyelesaikan masalah dengan baik.
PERMASALAHAN REMAJA
Duh pusing nih banyak masalah… jerawat gak hilang-hilang, putus dengan pacar, orang tua nasehatin terus, tugas sekolah banyak, gebetan baru gak dapet-dapet, macem-macem dech…
Nah di bawah ini ada beberapa TIPS supaya remaja bisa mengatasi segala permasalahan dengan baik
- Kalau lagi kesal, jengkel, bete atau bad mood lakukan sesuatu yang bisa benar-benar dinikmati untuk menghibur
diri misal : perawatan wajah, olah raga, kesenian, baca majalah atau buku favorit. Tapi ingat hindari hiburan yang negatif ya….
- Kalau keluarga atau orang tua buat aturan-aturan yang terkesan gak adil, itu karena mereka sayang banget sama
kita. Hal yang bisa dilakukan adalah ngomong dengan tenang dan jujur pada keluarga tentang perasaan kita.
- Jerawatan…bikin gak pede
Gak perlu khawatir. Kita tetap menarik kok dengan kelebihan-kelebihan lain dalam diri kita sendiri (misal :
kita punya hati baik, jago di bidang olah raga, musik/kesenian, fotografi, dll.) Lagian jerawat kan ada obatnya, jaga kesehatan kulit dengan rajin minum air
putih, makan buah dan sayuran.
- Putus dengan pacar…sedih deh rasanya
Tapi gak perlu sedih berkepanjangan. Lakukan hobi dan yakinlah bahwa kita akan mendapat yang lebih baik.
- Kita juga bisa curhat dengan sahabat, anggota keluarga,
atau ahlinya di pusat-pusat konseling baik swasta (pusat konseling pada sentra-sentra remaja, misalnya PKBI) maupun pemerintah (misalnya Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja/ PKPR di Puskemas) untuk mendapat
bantuan supaya kita bisa memutuskan yang terbaik bagi diri kita sendiri
G E N D E R
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering denger kalo cowok harus nembak duluan, gak boleh nangis, sedangkan cewek harus lembut, penurut dan gak boleh ngambil keputusan di keluarga.
Bener gak sich kalo cowok nangis menyalahi kodrat ? Bener gak sich cewek gak boleh nembak duluan ?
Sebenernya yang penting antara cowok dan cewek harus ada keadilan dan kesetaraan baik dalam hal pembagian tugas, peran
dan tanggung jawab di manapun kita berada.
Jadi misalnya kalo ada cowok yang punya hobi memasak atau cewek yang suka otak-atik mesin, main bola, pede aja qaleeeeeeeee………… So, gak papa donk kalo cewek mau masuk sekolah militer atau cowok mau gantiin popok ponakan atau bantu masak di dapur, itu sich OK OK aja.
Kamu tau gak perbedaan seks dengan gender ?
Kalo seks itu adalah cowok dan cewek yang dibedakan dengan jelas secara biologis. Misalnya, karena perbedaan organ reproduksi, cowok kan gak bisa menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Sedangkan cewek gak mengeluarkan sperma.
Tapi masalahnya masyarakat masih menganggap cowok harus macho, jadi pelindung cewek, pencari nafkah utama, cewek harus lembut, dan lain-lain hal yang terlanjur ditetapkan masyarakat sebagai nilai yang berlaku. Peran dan tanggung jawab sosial yang ditetapkan oleh masyarakat inilah yang disebut gender.
Jadi ada perbedaan antara gender dan seks (jenis kelamin). Jelas kan perbedaannya ?
Dalam kenyataannya, sering terjadi cewek dianggap gak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya balik ke “kasur,
sumur, dapur”. Perempuan dianggap gak mampu jadi pemimpin,
jadi sopir bis, kerja di bengkel. Sedangkan cowok dianggap gak pantes jadi guru
TK, kerja di salon, nyuapin anak, nyuci piring, dll. Inilah contoh bias gender.
Kenapa kita harus tau gender ?
1. Pada pergaulan yang terlalu bebas, remaja putri selalu menjadi korban dan menanggung segala akibatnya, seperti kehamilan yang tidak dikehendaki, putus sekolah, dan sebagainya. Ada kecenderungan untuk menyalahkan pihak perempuan, sedangkan remaja laki-lakinya seolah-oleh terbebas dari segala permasalahannya, walaupun ia ikut andil dalam menciptakan permasalahan tersebut.
2. Dalam tindakan aborsi ilegal, yang diancam oleh sanksi dan hukuman adalah perempuan yang menginginkan aborsi tersebut, sedangkan laki-laki yang menyebabkan kehamilan tidak tersentuh oleh hukum.
3. Perempuan selalu dijadikan obyek intervensi dalam pemberantasan penyakit infeksi menular seksual (IMS), walaupun kaum laki-laki sebagai konsumen justru memberi kontribusi yang cukup besar dalam masalah tersebut.
4. Setiap upaya mengurangi praktik prostitusi, kaum perempuan sebagai penjaja seks komersial selalu menjadi obyek dan tudingan sumber permasalahan, sementara kaum laki-laki sebagai pelanggan tidak pernah dipermasalahkan
Apa akibat bias gender buat kita?
o Kesempatan untuk mendapat pendidikan bagi perempuan menjadi kurang mendapat prioritas
o Perempuan takut unggul karena tidak disukai oleh laki-laki
o Remaja perempuan masih belum tegas dalam menolak ajakan
pacar/temannya untuk berhubungan intim, karena ada keyakinan diri
perempuan adalah lemah.
o Perempuan gak boleh ikut kompetisi di arena yang butuh kekuatan fisik, di anggap tabu, tomboi dll.
Jadi : Don’t worry be happy…Masa remaja itu masa yang paling asyik. Tapi tetap ingat lho, Jadilah dirimu sendiri dan jaga diri baik-baik
Emang sich, sehat memang bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa.
Orang sakit kan ga bisa belajar, ga bisa cari uang, atau nyantai bersama teman-teman. Belum lagi kalo sakitnya berdampak jangka panjang, berat dech, masa depan bisa terbawa-bawa jadi
suram.
Yang disebut sehat tuh ya, pertama: sehat fisik seperti gak ada penyakit atau cacat, kedua: sehat jiwa (psikis) misalnya gak ada gangguan jiwa, dan yang ketiga: sehat sosial, misalnya gak ada masalah dalam pergaulan kita.
Untuk urusan yang pertama yaitu sehat fisik, kita-kita ini emang jarang sakit, dibandingkan dengan anak kecil yang sering sakit diare, campak, cacar air dan lain-lain, juga dibanding dengan orang dewasa yang suka sakit kencing manis (diabetes), darah tinggi, jantung, stroke, jarang kedengaran kita-kita kena sakit macem gitu.
Cuma jarang orang tahu, kita remaja nih banyak bermasalah untuk urusan kesehatan psikis dan sosial (psikososial) seperti
masalah perilaku. Kita tahu kan, kita sering dengar perilaku nge-
drug, perilaku seks bebas atau yang umum dech..tawuran remaja…
Nah…kok tawuran dihubungkan ama sehat?….. La iya
lah….tawuran itu kan terjadi karena mental yang tidak sehat sehingga ingin melakukan hal-hal yang merugikan, itu berarti kita gagal dalam membina hubungan yang baik dengan kelompok lain. Selain itu bisa terjadi luka pada bagian tubuh kita. Tawuran juga menyebabkan masalah sosial pada orang lain di sekitarnya dan pada keluarga pelaku juga mungkin terbawa-bawa. Lagian teman kita kan saudara kita juga
Apa yang mesti kita tau buat jaga kesehatan kita?
Untuk jaga kesehatan, kita perlu lho dapat info yang benar tentang kesehatan. Bisa sih kita dapat di sekolah, juga bisa tanya sama ortu atau paling siip sich
tanya pada ahlinya seperti dokter dan petugas kesehatan. Untuk tanya-tanya
soal kesehatan yang agak pribadi, biasanya kan kita suka curhat sama temen. Tapi lebih asik lagi kalo curhatnya sama kader kesehatan remaja (konselor
sebaya). Mereka tuh selain tempat curhat, ngasih info juga mampu membantu
teman ngasih alternatif jalan keluar.
Kamu tahu gak kalo remaja, umur 10-19 tahun itu jumlahnya kan 1/5 dari jumlah penduduk kita. Besar sekali kan ? Saking banyaknya, kayaknya perlu deh dokter, petugas kesehatan atau guru dibantu sama sebagian kita kita nih buat menyebar-luaskan informasi kesehatan remaja kepada teman-teman lain.
Ada beberapa masalah perilaku yang berkaitan dengan kesehatan atau penyakit yang mesti kita ketahui karena dapat berakibat fatal bagi kehidupan selanjutnya atau mendatangkan kerugian baik fisik, jiwa, sosial seperti penyalahgunaan NAPZA, IMS/ISR, HIV dan AIDS.
Makanya kita perlu baca buku informatif kaya gini. Jadi kalo kamu udah pada baca, boleh tuh dipinjemin ama temen lain berantai, jadinya kan banyak nanti
yang jadi tau.
Nah, kalo mau tau lebih banyak tentang kesehatan, baca ini buku……… Gak rugi……..dech.
T U M B U H K E M B A N G R E M A J A
Setiap orang pasti akan jadi remaja.
Gak bisa dipungkiri, bahwa masa remaja adalah masa perubahan /
transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Di satu sisi kita gak pengen dianggap anak kecil, tapi disisi lain kita kan belum jadi dewasa.
Nah, yang namanya masa perubahan, banyak hal dech yang berubah. Masa perubahan ini khususnya menyangkut pertumbuhan fisik termasuk kematangan seksual disebut sebagai masa puber.
Kadang perubahan ini begitu cepat terjadi, inget gak waktu ibu terheran-heran karena kita minta dibeliin baju baru karena
menurut kita baju kita itu sudah kesempitan padahal baru dibeli beberapa bulan lalu ?
Memang pada masa remaja terutama pada umur 12-14 tahun pertumbuhan badan sangat cepat.
APA SICH YANG BERUBAH DARI CEWEK DAN COWOK MULAI REMAJA (MASA PUBER) ?
Tanda cewek mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, pinggul membesar
Payudara mulai membesar
Tumbuh rambut pada ketiak dan kelamin
Mulai berjerawat
Menstruasi
Tanda cowok mulai remaja
Badan tambah tinggi dan besar, otot dada bahu dan dada melebar
Tumbuh jakun dan suara berubah jadi parau (serak)
Tumbuh kumis, jambang, jenggot dan rambut ketiak dan kelamin, bisa juga tumbuh rambut di dada
Mulai berjerawat
Mimpi basah
Cewek dan cowok kalau mulai remaja sama-sama mulai banyak keringat dan mulai agak bau lho ! Makanya harus jaga kebersihan diri….
PERKEMBANGAN JIWA REMAJA
Remaja gak cuma berubah fisik (badan) saja, tapi keadaan jiwanya juga berubah. Perubahan ini sangat mempengaruhi perilaku remaja.
Coba dech kita perhatikan, di satu sisi kita bersemangat, lebih kreatif, senang berpetualang, jatuh cinta. Namun kadang-kadang mudah marah (emosional), bosan, apatis (cuek), kadang bete. Hal ini wajar dialami remaja pada masa-masa pertumbuhan karena itu merupakan suatu proses perkembangan jiwa menuju kedewasaan. Jiwa itu meliputi emosi, kecerdasan dan interaksi dengan orang lain.
Apakah emosi sama dengan marah?
Gak doong..Sebenarnya marah merupakan salah satu bentuk emosi. Emosi adalah reaksi sesaat yang biasanya muncul dalam
bentuk perilaku. Bentuk- bentuk lain emosi : gembira, khawatir, takut, cemburu, ingin tahu, cemas, sebal.
Nah perkembangan emosi gak selalu sejalan dengan perkembangan fisik. Maksudnya gini lho, remaja yang badannya besar belum tentu dapat mengendalikan emosinya.
GIMANA SICH PERKEMBANGAN JIWA REMAJA ITU? Perkembangan jiwa remaja itu ada tahapannya, yaitu : remaja awal ( umur 10-14 tahun), remaja tengah (15-16 tahun), remaja akhir (17 -19 tahun)
Pada umur 10-14 tahun;
Mulai memperhatikan penampilan fisik dengan cara berpakaian, gaya rambut sesuai dengan mode terbaru.
Mulai ingin bebas, bereksperimen (suka tampil beda, gaya bicara menggunakan bahasa gaul)
Mulai suka memberontak dan melawan, sehingga sering konflik dengan orang lain.
Mulai sensi (peka), mudah marah, mudah tersinggung. Membentuk gank (kelompok teman sebaya), lebih
mementingkan teman (bersama teman lebih asyik)
Sulit berkompromi dengan orang lain (gak mau menerima pendapat orang lain)
Pada umur 15-16 tahun;
Mulai bisa berkompromi sehingga menjadi tenang, sabar, toleran dan menerima pendapat orang lain
Ingin mandiri (misalnya membuat keputusan sendiri, menolak campur tangan orang lain)
Merasa perlu mengumpulkan pengalaman baru walaupun berisiko
misalnya; merokok, alkohol, seks bebas dan mungkin mengkonsumsi narkoba ( yang kayak begini gak usah dicoba deh !!!)
Gak lagi terfokus pada diri sendiri, lebih bersosialisasi dan gak pemalu lagi.
Mulai tertarik dan menjalin hubungan dengan lawan jenis
Mulai dapat diajak diskusi atau berdebat Keterampilan intelektual mulai menonjol Aktif di ekskul dan berorganisasi
Senang melakukan kegiatan berisiko, misal : kebut-kebutan.
Pada umur 17-19 tahun;
Senang membicarakan masalah sosial politik termasuk agama. Mulai belajar mengatasi stress yang dihadapi.
Sulit diajak berkumpul dengan keluarga.
Ingin belajar mandiri secara finansial (membiayai keperluan dari uang sendiri).
Hubungan dengan pacar (lawan jenis) lebih serius dan banyak menyita waktu.
Merasa sebagai orang dewasa, cenderung mengemukakan pengalaman yang berbeda dengan orang tuanya.
Hampir siap menjadi orang dewasa yang mandiri, mulai ingin meninggalkan rumah untuk hidup sendiri.
Perkembangan jiwa remaja didasari oleh kondisi kesehatan jiwanya.
APA CIRI-CIRI REMAJA YANG SEHAT JIWANYA ?
Bisa menerima diri apa adanya.
Bisa menerima orang lain apa adanya.
Mampu mengatasi stres dan menyelesaikan masalah dengan baik.
PERMASALAHAN REMAJA
Duh pusing nih banyak masalah… jerawat gak hilang-hilang, putus dengan pacar, orang tua nasehatin terus, tugas sekolah banyak, gebetan baru gak dapet-dapet, macem-macem dech…
Nah di bawah ini ada beberapa TIPS supaya remaja bisa mengatasi segala permasalahan dengan baik
- Kalau lagi kesal, jengkel, bete atau bad mood lakukan sesuatu yang bisa benar-benar dinikmati untuk menghibur
diri misal : perawatan wajah, olah raga, kesenian, baca majalah atau buku favorit. Tapi ingat hindari hiburan yang negatif ya….
- Kalau keluarga atau orang tua buat aturan-aturan yang terkesan gak adil, itu karena mereka sayang banget sama
kita. Hal yang bisa dilakukan adalah ngomong dengan tenang dan jujur pada keluarga tentang perasaan kita.
- Jerawatan…bikin gak pede
Gak perlu khawatir. Kita tetap menarik kok dengan kelebihan-kelebihan lain dalam diri kita sendiri (misal :
kita punya hati baik, jago di bidang olah raga, musik/kesenian, fotografi, dll.) Lagian jerawat kan ada obatnya, jaga kesehatan kulit dengan rajin minum air
putih, makan buah dan sayuran.
- Putus dengan pacar…sedih deh rasanya
Tapi gak perlu sedih berkepanjangan. Lakukan hobi dan yakinlah bahwa kita akan mendapat yang lebih baik.
- Kita juga bisa curhat dengan sahabat, anggota keluarga,
atau ahlinya di pusat-pusat konseling baik swasta (pusat konseling pada sentra-sentra remaja, misalnya PKBI) maupun pemerintah (misalnya Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja/ PKPR di Puskemas) untuk mendapat
bantuan supaya kita bisa memutuskan yang terbaik bagi diri kita sendiri
G E N D E R
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering denger kalo cowok harus nembak duluan, gak boleh nangis, sedangkan cewek harus lembut, penurut dan gak boleh ngambil keputusan di keluarga.
Bener gak sich kalo cowok nangis menyalahi kodrat ? Bener gak sich cewek gak boleh nembak duluan ?
Sebenernya yang penting antara cowok dan cewek harus ada keadilan dan kesetaraan baik dalam hal pembagian tugas, peran
dan tanggung jawab di manapun kita berada.
Jadi misalnya kalo ada cowok yang punya hobi memasak atau cewek yang suka otak-atik mesin, main bola, pede aja qaleeeeeeeee………… So, gak papa donk kalo cewek mau masuk sekolah militer atau cowok mau gantiin popok ponakan atau bantu masak di dapur, itu sich OK OK aja.
Kamu tau gak perbedaan seks dengan gender ?
Kalo seks itu adalah cowok dan cewek yang dibedakan dengan jelas secara biologis. Misalnya, karena perbedaan organ reproduksi, cowok kan gak bisa menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Sedangkan cewek gak mengeluarkan sperma.
Tapi masalahnya masyarakat masih menganggap cowok harus macho, jadi pelindung cewek, pencari nafkah utama, cewek harus lembut, dan lain-lain hal yang terlanjur ditetapkan masyarakat sebagai nilai yang berlaku. Peran dan tanggung jawab sosial yang ditetapkan oleh masyarakat inilah yang disebut gender.
Jadi ada perbedaan antara gender dan seks (jenis kelamin). Jelas kan perbedaannya ?
Dalam kenyataannya, sering terjadi cewek dianggap gak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya balik ke “kasur,
sumur, dapur”. Perempuan dianggap gak mampu jadi pemimpin,
jadi sopir bis, kerja di bengkel. Sedangkan cowok dianggap gak pantes jadi guru
TK, kerja di salon, nyuapin anak, nyuci piring, dll. Inilah contoh bias gender.
Kenapa kita harus tau gender ?
1. Pada pergaulan yang terlalu bebas, remaja putri selalu menjadi korban dan menanggung segala akibatnya, seperti kehamilan yang tidak dikehendaki, putus sekolah, dan sebagainya. Ada kecenderungan untuk menyalahkan pihak perempuan, sedangkan remaja laki-lakinya seolah-oleh terbebas dari segala permasalahannya, walaupun ia ikut andil dalam menciptakan permasalahan tersebut.
2. Dalam tindakan aborsi ilegal, yang diancam oleh sanksi dan hukuman adalah perempuan yang menginginkan aborsi tersebut, sedangkan laki-laki yang menyebabkan kehamilan tidak tersentuh oleh hukum.
3. Perempuan selalu dijadikan obyek intervensi dalam pemberantasan penyakit infeksi menular seksual (IMS), walaupun kaum laki-laki sebagai konsumen justru memberi kontribusi yang cukup besar dalam masalah tersebut.
4. Setiap upaya mengurangi praktik prostitusi, kaum perempuan sebagai penjaja seks komersial selalu menjadi obyek dan tudingan sumber permasalahan, sementara kaum laki-laki sebagai pelanggan tidak pernah dipermasalahkan
Apa akibat bias gender buat kita?
o Kesempatan untuk mendapat pendidikan bagi perempuan menjadi kurang mendapat prioritas
o Perempuan takut unggul karena tidak disukai oleh laki-laki
o Remaja perempuan masih belum tegas dalam menolak ajakan
pacar/temannya untuk berhubungan intim, karena ada keyakinan diri
perempuan adalah lemah.
o Perempuan gak boleh ikut kompetisi di arena yang butuh kekuatan fisik, di anggap tabu, tomboi dll.
Jadi : Don’t worry be happy…Masa remaja itu masa yang paling asyik. Tapi tetap ingat lho, Jadilah dirimu sendiri dan jaga diri baik-baik
No comments:
Post a Comment